Latest News

Showing posts with label workshop guru. Show all posts
Showing posts with label workshop guru. Show all posts

Friday, 8 May 2009

GURU BEDA DENGAN BURUH


Salam sukses wahai guru, kemarin saya menghadiri serah terima Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Negeri Sipi (PNS) di lingkungan kota Surabaya oleh Bapak Bambang D.H. selaku Walikota Surabaya. Berceramah di hadapan sekitar 300 calon guru negeri dari formasi umum tahun 2008. Dalam ceramah yang penuh dengan nasihat, humor, dan kisah pengalaman pribad beliau, beliau menyampaikan bahwa guru itu tidak sama dengan buruh, tidak samanya dalam hal apa, mari kita simak selanjutnya tulisan ini.


Guru merupakan jabatan profesi, sama dengan dokter, notaris, lawyer, akuntan. Yang dalam tugasnya mempunyai kode etik tertentu dan didasari dengan keahlian, kelimuan, dan responsibility (tanggung jawab). Jadi tidak boleh asal bekerja, asal mengajar, semua harus ada ilmunya, teorinya, strateginya, dan landasan berfikirnya.
Beliau bilang, kalau buruh dalam mengerjakan pekerjaannya harus nurut sama majikan yang menggajinya, majikan bilang apa, maka buruh harus nurut, manut, sami�na wa-atho�na, sendiko dawuh sama bosnya tersebut. Beda dengan dokter yang mempunyai profesi membantu mengobati sakit pasiennya, jika ada seorang pasien yang datang kepadanya, meskipun ia sudah membayar tertentu, jika ia minta sesuatu yang tidak sesuai dengan kode etik dokter dan ilmu serta teori pengobatan dokter, maka dokter berhak menolak, itulah profesi, yang kebanyakan orang menyebutnya dengan professional.

Begitu juga dengan guru, jika guru sebagai seorang professional, maka ia akan bekerja berdasarkan kode etik, ilmu, dan teori tertentu. Ia tidak boleh melanggarnya, meskipun ada kekuatan yang menghadangnya, baik kekuasaan atau kekayaan. He..hee..he�kok jadi takut ya..misalnya begini. Ada orang tua/wali murid datang ke rumah guru untuk meminta sesuatu terkait dengan nilai atau peringkat anaknya di kelas, tidak lupa ia membawa uang atau hadiah tertentu, maka dengan keadaan seperti itu guru harus berlaku profesional, bertindak tegas sesuai kode etiknya. Ingat, guru bukan buruh yang senantiasa menuruti kehendak majikannya.

Dalam kasus kedua, jika atasan meminta kepada guru untuk membantu siswa dalam ujian tertentu misalnya UNAS, dengan harapan siswa sekolah tersebut lulus 100 %, maka guru juga harus bertindak sesuai dengan keahliannya dan bertanggungjawab terhadap perbuatannya. Kode etik sudah jelas, maka jangan takut pada atasan, taatilah kode etik yang sudah disepakati, keilmuan yang sudah dipelajari dan tanggungjawab pada diri sendiri dan pada Allah. Bagaimana pendapat anda?


Wednesday, 29 April 2009

TRIK MENGETAHUI PELATIHAN YANG ABAL-ABAL

Pembaca yang budiman.Saya baru tahu kata abal-abal dari TV One. Ketika TV One memberitakan tentang pabrik jamu abal-abal pada hari Rabu,29 April 2009 dalam acara telusur, ternyata abal-abal itu sama artinya dengan palsu, bohong-bohongan dan seterusnya. Nah, sekarang kita kembali ke topik awal ah....yaitu trik mengetahui Pelatihan abal-abal. Apa ada ? ada-ada...saja.. ya dunia ini.


Pembaca yang setia, sama dengan pribahasa "ada gula ada semut" artinya aji mumpung, era sekarang di dunia pendidikan ini kan, semua guru di Indonesia ini pada lomba mencari sertifikat pelatihan sebanyak mungkin, nah itu kedengaran para panitia abal-abal...ee.... panitia pelatihan abal-abal itu tu....singkat cerita, mereka menangkap peluang ini, dan selanjutnya mengadakan pelatihan guru seadanya.

Seadanya bagaimana? ya... topik seadanya, isi pelatihan ya seadanya...tokoh yang diundang juga seadanya. yang penting mereka mendapat untung sebanyak-banyaknya dengan cara mengundang guru sebanyak-banyaknya dengan iming-iming sertifikat tingkat regional, tingkat nasional, bahkan tingkat internasional. woooh hebat ya...tingkat internasional, meskipun tokoh internasional itu tidak paham banget tentang pendidikan, pokoknya yang penting bule...bule...bule...meskipun bule tersebut sebenarnya bukan pakar pendidikan, yang paling penting dari luar negeri.

Langsung aja ah..jangan terlalu banyak pak redaktur ceritanya. ntar ndak sabar bagaimana trik selanjutnya... OK

Trik mengetahui sebuah pelatihan/seminar/workshop itu abal-abal adalah

1. Lihat dulu siapa panitianya
Sudah berpengalaman mengadakan pelatihankah? atau masih yunior dan tidak jelas siapa mereka. Contoh : kalau di jakarta itu ada nama PRO VISI, di surabaya ada nama ISI NETWORK. KPI. Klub Guru dll

2. Lihat topik dan materinya.

Melihat topik dan materi sebuah pelatihan adalah sebuah keharusan, so, lihat topik dan materi yang dibahas, kalau topik dan materinya asal-asalan, hati-hati lah.

3. Lihat Pembicara atau speakernya
Lihat kapasitas dan keahlian pembicara tersebut, bertanyalah kepada siapa yang anda kenal, tentang kapasitas dari pembicara tersebut. anda juga bisa lihat dari paman google atau pakde yahoo.

OK. ya pembaca. sampai disini dulu,insya allah kita sambung lagi di lain hari. yang paling penting. Hati-hatilah dalam mengikuti pelatihan, daripada rugi, sudah mendaftar namun kenyataannya tidak sesuai isinya. Bagaimana pendapat anda?


Tags