Latest News

Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts

Saturday, 1 May 2010

4 Aktivitas Produktif di Facebook


Sebagian besar masyarakat memandang bahwa bermain Facebook adalah aktivitas yang tidak produktif. Tapi sebagian besar dari mereka pun ikut bermain Facebook. Nampaknya ada semacam daya pikat ajaib yang membuat hal ini terjadi. Bahkan adik saya yang masih kelas 4 SD pun terus-terusan memaksa saya untuk membuatkannya akun Facebook.

Akan tetapi... Sebagaimana alat-alat lainnya, Facebook pun menyediakan pilihan bagi penggunanya: dipakai untuk kebaikan atau keburukan. Sehingga yang membuat bermain Facebook itu tidak produktif bukanlah Facebooknya, tapi penggunanya. Pengguna yang update status dengan nada makiaan, pengguna yang posting foto 'terlalu pribadi', pengguna yang add friend tanpa beraktivitas lainnya, dll.

Jadi, yang mesti diubah adalah aktivitas penggunanya. Lalu... Apa saja aktivitas produktif yang bisa kita lakukan di Facebook?

1. Berbagi Informasi
Dengan adanya mobile internet, semua orang bisa berinternet di manapun. Termasuk update status Facebook. Nah... Hal ini bisa anda manfaatkan untuk berbagi informasi sesegera mungkin. Seperti ketika anda membaca kutipan 'keren' di buku yang anda baca, menyimpulkan perilaku manusia yang ada di sekitar anda, memberi opini pada setiap kejadian, dll. Jelas, hal ini membuat anda bisa mengikat ide-ide yang terlintas dengan menuliskannya secara singkat di Status Facebook.

2. Meminta Informasi
Selain berbagi, anda juga bisa meminta informasi. Kerelaan berbagi yang tinggi dari pengguna Facebook membuat anda bisa melakukannya. Anda bisa membuat status dengan nada pertanyaan. Seperti menanyakan kebingungan, meminta pendapat, menanyakan pengalaman, dll. Dengan hal ini, anda bagaikan mewawancarai banyak orang dalam waktu singkat dan dari tempat yang berjauhan. Selain itu, hal ini juga bisa dimanfaatkan para marketer online untuk mengetahui data tentang konsumen mereka.

3. Berdiskusi
Lebih jauh lagi dari berbagi dan meminta informasi, anda pun bisa berdiskusi di Facebook. Keringkasan dan kepraktisan Facebook membuat diskusi itu jadi kian lancar. Anda bisa berdiskusi dengan cara berkomentar di status, note, maupun gambar teman anda. Anda bisa menguji pendapat anda dengan 'mengadunya' dengan pendapat teman anda. Sehingga arus informasi yang kian deras tetap dalam jalur pencarian kebenaran.

4. Mencari 'Common Interest Friend'
Sebagai situs pertemanan, tentu berteman adalah hal yang paling utama. Anda bisa mempunyai 'teman' bisa dia berada jauh dari anda. Itulah yang bisa anda manfaatkan jika anda sulit mendapatkan 'common interest friend' di dunia nyata. Anda bisa mengomentari note teman anda yang sama-sama suka sastra, wall-to-wall tentang partai politik yang sama-sama anda suka, dll. Yang jelas, hal ini membuat ketiga aktivitas di atas menjadi lebih 'berasa' dan efektif.

Facebook telah menjadi sebuah lingkungan baru bagi anda, bahkan mungkin ada sebagian dari kita yang menganggap facebook adalah internet itu sendiri. Untuk itu, prinsip lingkungan yang membangun harus dipraktekkan dalam aktivitas anda Facebook. Harus ada nilai tambah yang diberikan: entah oleh anda maupun lingkungan anda.

Bicara tentang produktif bukan hanya menghasilkan atau tidak. Tapi soal orientasinya. Apakah yang saya lakukan berguna dan memberi nilai tambah bagi saya untuk menghasilkan?

Thursday, 11 March 2010

Paradoks Perasaan Saat Update Status Facebook


Facebook memang menjadi salah satu inovasi terbesar saat ini (menurut saya). Banyak kejadian menarik yang terjadi karenanya. Termasuk di Negara kita, Indonesia. Bahkan facebooker (masyarakat facebook) kini sudah mulai punya kekuatan menekan tersendiri. Ingatkan dengan kasus grup yang mendukung Bibit Candra dan Cicak vs Buaya? Hal ini menandakan facebook kini bukan lagi sekedar gaya hidup, tetapi sudah seperti kampung yang punya masyarakat beserta potensinya tersendiri. Inilah facebooker: new society.

Selain seputar facebooker yang kini seakan sudah menjadi masyarakat baru tersendiri, ada sebuah fenomena menarik lain: Update Status.

Fitur ini sebenarnya disajikan untuk melaporkan keadaan atau status user kepada teman-teman yang lain. Tetapi pada prakteknya fitur ini menjadi multifungsi, banyak yang bisa dilakukan dengannya. Anda bisa menyuarakan opini anda, gagasan anda, bahkan perasaan hati anda. Eits, tapi ada sebuah paradoks di sini, ketika anda sedang mengetikkan status itu. Apakah itu?

Jadi, konsep sebenarnya begini. Status anda adalah sebuah pesan yang anda tampilkan untuk dilihat oleh teman-teman anda. Sehingga berbagai status yang anda buat sebenarnya mau tidak mau pasti akan mencitrakan diri anda. Oooh, si A orangnya begitu toh? Oooh, ternyata si B orangnya temperamental toh? Terkadang banyak orang yang tidak begitu dekat dengan anda, tetapi menjadi teman facebook anda menilai anda dari setiap status yang anda tampilkan.

Tetapi, faktanya anda sebagai pengirim pesan malah merasa facebook adalah ruang privasi layaknya diary yang bisa menjadi tempat curhat dan menumpahkan segala yang anda rasa secara ?terlalu jujur? dan blak-blakan. Di sinilah paradoks perasaan itu terjadi. Anda merasa ini ruang privasi, padahal kenyataanya ini adalah ruang publik. Yaa, mungkin anda memposting status dalam kesendirian, tetapi pesan yang anda bawa itu pasti akan tersebar dalam keramaian.

Ingatkah anda dengan kasus statusnya Luna Maya? Yaa, meski itu di twitter, konsep kejadiannya tetaplah sama. Di mengucapkan kata-kata bernada cacian yang mungkin seharusnya hanya di simpan di hati atau paling tidak di tulis dalam diary saja. Ia mengalamai paradoks perasaan!

Di balik setiap masalah selalu ada dua sisi yang saling bertolak belakang: hambatan atau kesempatan. Paradoks perasaan ini mungkin membuat anda menjadi sedikit lebih berhati-hati saat mengupdate status bahkan menjadi kurang leluasa berbicara. Tapi, paradoks perasaan juga menyajikan anda sebuah kesempatan untuk merekayasa citra anda di depan teman-teman facebook anda melalui status-status yang tepat guna dan sesuai sasaran. Let?s Get the Chance!

Salam Kreatif ? Kritis,
Pratama

Tags